oleh

Tasyakuran dan Sosialisasi Program Tahfiz Tahun 2019

Rasa syukur tak ternilai dan tak hentinya diucapkan serta didoakan oleh para guru Tahfidz. Acara ini telah sebulan lalu direncanakan untuk dapat dialog interaktif bersama Bupati. Minggu, 13 Januari 2019, bertempat di Kala Pinang, telah terwujud rencana itu.

Tgk. Julianto Pane sebagai ketua koordinasi para guru  dalam sambutannya sangat bersyukur pada kesempatan ini bisa berdialog interaktif langsung dengan  Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru. Setahun telah berjalan aktifitas mengajar para santri/santriwati untuk mengajarkan hafalan Qur`an sangat baik dan lancar. Baik karena tantangan utama yang dihadapi hanya masalah klasik. Yakni jam belajar semakin bertambah.

Yang sebelumnya, jam mengajar di pondok pesantren dari pagi hingga siang. Kini, ditambah dengan pelajaran hafalan Qur`an. Disebutkan lancar, kegiatan mengajar bagi guru Tahfidz sudah terbiasa dengan jam belajar tambahan. Bagi guru, pekerjaan ini sudah menjadi pilihan hidup. Suka dan duka selalu disyukuri’, karena pekerjaan ini bagian dari ibadah.

Dijelaskan Teuku Pane pimpinan pondok Pesantren Ruhul Azam,  jumlah para guru ada sekira 32 orang. Dalam jumlah ini, ada 3 orang guru Tahfidz. Dari keseluruhan ini, mereka tersebar di berbagai Pondok Pesantren yang terdaftar melalui Dinas Syari`at Islam Gayo Lues. Seperti Raudatul Jihad, Ruhul Azam dan lainnya.

Yang paling menyentuh, dari sekian para guru Tahfidz. Ada yang ditugaskan di Desa Lesten dua orang dan Desa Ekan 2 orang. Selama berbulan-bulan, mereka ada di tengah masyarakat untuk mengajar hafalan Qur’an. Semangat sebagai guru Tahfidz tidak akan pernah surut. Karena ini adalah panggilan hati nurani para Guru Tahfidz.

Untuk tahun 2019 ini, Teuku Pane ingin menyampaikan lebih detil lagi, tentang penyebaran guru Tahfidz dan mengenai honor para Guru Tahfidz. Ini menyangkut kesejahteraan mereka. Selayaknya, Peraturan Bupati (Perbup) tahun 2018, diperbaharui kembali untuk tahun 2019. Karena ini, mengikat kontrak kerja antara para Guru Tahfidz dan Kepala Daerah Bupati Gayo Lues.

Semantara, ketua panitia organisasi guru Tahfidz. Tgk. Zaid menyampaikan,  susunan struktur organisasi Persatuan Guru Tahfidz, akan dilakukan musyawarah para Guru ini. Sehingga segala terkait aktivitas guru dan anak murid dapat berjalan secara prosedural. Selain itu, untuk membuktikan hasil para anak yang telah mengahafal Qur’an hendaknya dilakukan pengawasan. Sehingga, akurasi data jumlah anak yang telah menghafal selalu diperbaharui.

Karena itu, capaian keberhasilan anak didik yang menghafal Qur`an pun semakin meningkat, dari belum hafal menjadi terhafal rata 1 – 5 Juz sampai 30 Juz, kata Tgk. Zaid.

Bupati H Muhammad Amru, merespon langsung apa yang telah disampaikan oleh Tgk. Julianto Pane, bila data akurat jumlah  telah mencapai 748. Maka untuk mencapai angka 1.000, hanya perlu beberapa bulan lagi. Sebenarnya, angka 1000  ini, hanyalah angka perumpamaan saja yang dikehendaki. Namun kiasan angka 1000 berwujud melampaui 1000.

Hal ini identik, dengan slogan kata “Kabupaten Gayo Lues, Seribu Bukit Seribu Hafiz ”. Semarak kata seribu ini, hanya kiasan saja. Namun, kehendak kita ribuan  yang akan tercipta kelak. Sama halnya, sepanjang pandangan mata kita, melihat seribu bukit, maksud mata memandang tak terkira jumlah bukit yang terhampar di Kabupaten Galus ini.

Ada rasa susah dan senang selama ini. Kata Bupati. Susah dimaksud merujuk pada wacana selama ini bahwa Bupati hanya pencitraan saja. Namun, Bupati mengiklaskan apa saja pandangan masyarakat umum terhadap apa yang telah dilakukan selama ini, khususnya peningkatan akhlak para generasi Galus melalui hapalan Qur’an.

Senang yang dimaksud, ikon Kabupaten Gayo Lues yang sudah terlanjur dikenal sebagai kota 1000 Hafiz. Bupati dalam kesempatan tertentu dalam pertemuan antar kepala daerah di Provinsi Aceh, Banda Aceh. Julukannya menjadi ‘Bupati Seribu ’, Bupati Amru menempalinya hanya tersenyum saja.

Adapun persoalan metode ajar dan tata tertib administrasi “reward”  diberikan kepada murid yang telah mencapai 1-5 Juz ataupun sampai 30 Juz. Hendaknya, disampaikan kepada Dinas Syari`at Islam. Untuk memperbaharui data tersebut, perlu dibuat semacam pengawasan aktifitas ajar para guru dan anak murid. Sehingga, data yang dipublikasi jumlah para  santri  benar adanya. Mengenai pengawasan para Guru Tahfidz, hendaknya bekerjasama dengan Tim Task Force.

Untuk itu, Bupati dengan ikhlas hati, mempersilahkan kepada para Guru Tahfidz dan Tahfidzah dalam menyusun para ketua pengurus guru dan mencari solusi yang tepat dalam tata cara jumlah murid yang menghafal Qur’an, serta terkait honor bagi para guru. Singkatnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah Gayo Lues, yang tertera berupa Peraturan Bupati diverifikasi datanya dan segala aktifitas guru dan anak murid melalui Dinas Syari`at Islam.

Selanjutnya, dalam kesempatan dialog tersebut Kadis Syari`at Islam, Husein, M.Ag menegaskan bahwa segala terkait guru Tafidz sejak sekarang harus mendata ulang jumlah guru, murid, dan terkait ijin Pondok Pesantren segera dilaporkan. Sehingga, respon cepat melalui Dinas ini akan segera mengeluarkan kontrak kerja yang terikat dalam Peraturan Bupati tahun 2019.

Selain itu, Kadis Pendidikan Anwar, M.Pd menginformasikan  untuk meningkatkan jumlah hasil para murid yang menghafal Qur’an, bisa dilibatkan para guru  saat bulan Ramadah sebagai “Pesantren Kilat”, tentu kegiatan ini juga dialokasi dana operasional bagi para guru dan penghargaan bagi para murid yang telah mencapai hafalan Qur’an, sebagaimana peraturan yang berlaku.

Kelak generesi Galus tidak ada lagi buta aksara Qur’an. Kini, respon para orang tua telah bersambut dalam himbaun penegakkan Syari’at Islam. Salah satunya, jangan ada anak didik bekeliaran menjelang Magrib hingga ba’da Isya dan matikan TV, demikian disebutkan Bupati diakhir sambutannya.

Insya Allah Galus Islami, Mandiri dan Sejahtera….

Kontributor : Helmi Mahadi

Humas Setdakab Gayo Lues

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed