oleh

Pengkajian Tauhid Tasawuf dan Dzikir Rateeb Seribu

Kutapanjang- Bupati Gayo Lues, H.Muhammaf Amru dan Wakil Bupati Gayo Lues, H.Daid Sani. Hadir dan mengikuti Acara Pengkajian Tauhid Tasawuf dan Dzikir Rateeb Seribe. Acara tersebut menghadirkan Abuyya Syekh Amran Wali Al-Khalidy. Acara tersebut bertempat di halaman Masjid Jamik Kutapanjang Kecamatan Kutapanjang, pada Kamis (28/02/2019).

Bupati Gayo Lues, H.Muhammad Amru memberikan Arahannya, “Selamat datang kami ucapkan kepada Abuyya Amran beserta rombongan. Kegiatan Rateeb Seribu ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi Ummat kegiatan yang menumbuhkan rasa keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami berharap kiranya kita bersama sama dapat mewujudkan impian kami menjadikan Gayo Lues ini menjadi Negeri Seribu Hafiz. Kami hanya bermimpi dan takkan jadi nyata apabila tidak dengan bantuan kalian semua. Jadi marilah kita bersama-sama mewujudkan impian tersebut. Semoga dengan Rateeb Seribu ini kita bisa kembali menguatkan iman dan Islam kita dengan menghindari segala hal yang mungkar. Semoga kegiatan Rateeb Seribu ini kiranya menjadi amal ibadah bagi kita.” Kata Amru.

Ibnu Hasyim Selaku mantan Bupati, memberikan komentarnya mengenai pembahasan kedua tentang Tasawuf.
“Tasawuf meruoakan hal yang harus dibangun dalam hati dan pemikiran kita. Ada beberapa cara menumbuhkan tasawuf tersebut, pertama dengan cara membuang semua hal yang mungkar dari dalam diri kita. Kedua dengan mengisi pikiran dan hati kita dengan niat yang baik dan amal yang makruf. Semoga kedepannya kita semua bisa merubah diri kita ke arah yang lebih baik lagi.” Kata Ibnu Hasyim.

Ketua Ratip seribee Tgk.Zupri Hasanuddin memberikan komentarnya tentang pembahasan pertama.
“Setiap posisi memiliki perjuangan. Namun perjuangan tersebut harus berlandaskan Ketuhanan yang Maha Esa. Agar apa yang dihasilkan nantinya dapat bermanfaat bagi Islam dan Ummat serta seluruh masyarakat. Oleh karena itu marilah kita mengutamakan pejuang yang berada di jalan Allah. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.” Kata Tgk.Zupri.

Tgk.Sahal Al-Wahidi berkesempatan menyampaikan pembahasan yang telah dibuat oleh Abuyya. Pembahasan pertama tentang Demokrasi dalam Pandangan Islam, bahwa “Demokrasi merupakan awal proses hadirnya seorang pemimpin, dan seorang pemimpin harus memahami makna demokrasi tersebut. Dalam Islam demokrasi harus berlandaskan Ketuhanan yang maha Esa. Dan memiliki dasar keagamaan yang kuat agar menciptakan pemimpin yang berkarakter dan berakhlak mulia.”

Pembahasan kedua, tentang Pembinaan Keagamaan, bahwa “Pembinaan Agama dan Ummat merupakan tanggungjawab kita bersama. Terutama pembinaan Agama terhadap generasi kita. Setiap generasi harus mendapatkan pembinaan keagamaan yang kuat. Sehingga generasi kita memiliki pengetahuan dan pemikiran yang berlandaskan kepada Ketuhanan yang maha Esa serta berakhlakul Karimah.”

Tampak hadir mengikuti Acara tersebut, Bupati Gayo Lues H.Muhammad Amru, Wakil Bupati Gayo Lues H.Said Sani, Murabbi MPTT I Abuyya Syekh Amran Wali Al-Khalidy, Anggota Forkompinda Gayo Lues, Para Alim Ulama, beberapa Kepala SKPK, Para Undangan dan Masyarakat. (ABDIANSYAH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed